Liburan di Chernobyl?

Disadur dari http://edition.cnn.com/2010/WORLD/europe/12/13/ukraine.chernobyl/

Daerah sekitar PLTN Chernobyl secara resmi akan dijadikan daerah wisata mulai tahun 2011 oleh pemerintah Ukraina.  Kecelakaan di PLTN Chernobyl merupakan kecelakaan terburuk dalam penggunaan energi nuklir yang terjadi di bulan April 1986.

Pengunjung diperbolehkan memasuki daerah radius 30 km dari PLTN Chernobyl. Tingkat radiasi di daerah tersebut sudah sebanding dengan radiasi yang didapat ketika melakukan penerbangan melewati Samudera Atlantik sehingga dianggap tidak membahayakan.

Mau liburan di Chernobyl?

Kota mati Pripyat (courtesy of CNN.com)

Advertisements

Provinsi Bangka Belitung Go Nuclear

Disadur dari http://www.babelprov.go.id/content/babel-go-nuclear

Sejak hari Minggu 24 Oktober 2010 Tim ahli BATAN dipimpin langsung oleh Sekretaris Utama BATAN Bapak Nur Agus Salim bersama para Deputi, BAPENAS, PT.PLN Tbk,  dan Dewan Energi Nasional dengan jumlah personil cukup fantastis 30 orang. Tim melakukan penandatanganan MoU pada hari senin 25 Oktober 2010 sekaligus dalam rangka BABEL Archipelago 2010. Hari selasa 26 Oktober 2010  tim akan melakukan kunjungan ke tapak lokasi PLTN di Bangka Barat dan pada hari rabu 27 Oktober 2010  ke Bangka Selatan.

Kedatangan tim ini merupakan kunjungan terbesar selama berdirinya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang menandakan keseriusan BATAN dalam menanggapi pre pendirian PLTN pertama di Indonesia. Secara lengkap agenda kerja tim ini adalah sebagai berikut : More

Forum Teknik Nuklir UGM

forum-nuclear1
Join us here.

Bergabung dengan HIMNI

HIMNI atau Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia membuka fasilitas pendaftaran anggota online melalui websitenya, www.himni.or.id. Silahkan teman-teman di Teknik Nuklir UGM yang berkeinginan mengembangkan dan memajukan iptek nuklir di Indonesia, mari bersatu bersama di dalam HIMNI.

Sedikit bercerita,

More

“PLTN itu Sexy” (H.E. Samak Sundaravej, PM Thailand)

Kumpulan tulisan dan buah pikiran Bapak Kusmayanto Kadiman

Menjalani tugas sebagai menteri pendamping (Minister in Attendance), penulis berkesempatan ‘mencuri tahu’ kiat sukses ekonomi Thailand dari Perdana Menteri (PM) Thailand, HE Samak Sundaravej. Beliau dilantik oleh Raja Thailand sebagai PM pada bulan Januari yang lalu. Selama lawatan kenegaraan sang PM Thailand ini ke Indonesia, pada 26 s/d 27 Maret 2008, kami mendapat kesempatan untuk berbincang dan bertukar pandangan mengenai beragam topik dan isu. Di antaranya mengenai sumbangan iptek pada pertumbuhan ekonomi, dan peran Pembangkit Listrik tenaga Nuklir (PLTN). Tulisan ini dimaksudkan untuk berbagi kepada segenap pembaca, mengenai intisari perbincangan itu. Tentunya apa-apa yang disampaikan di sini tidak terlepas dari penafsiran-penafsiran oleh penulis. Bila ada bagian dari tulisan ini yang tidak sepenuhnya selaras dengan maksud dari pernyataan PM Thailand, tanggung jawab ada dipundak penulis.

Banyak pengamat menilai bahwa Thailand telah sukses menjadi pelaku ekonomi ‘papan atas’ di ASEAN. Apa kiatnya? Ketika pertanyaan ini penulis lotarkan, sang PM menunjuk pada empat hal: (i) kekayaan alam, (ii) industri pertanian, (iii) kekuatan iptek, dan (iv) konsistensi kebijakan. Thailand melakukan pembangunan ekonomik dengan industri pertanian sebagai pilarnya. Langkah ini dimulai sejak dekade 1960-an, dan terus dijalankan dengan konsisten. Hasilnya: pertumbuhan ekonomi yang ditopang oleh kapasitas inovasi! Bukti mengenai prestasi ekonomik tersebut, yang sederhana, adalah bertebarannya produk pertanian dengan marka dagang Made in Thailand. Di tanah air tercinta, ‘durian Bangkok’ dan ‘pepaya Bangkok’ sangat popular, dan bahkan secara de facto menjadi standar untuk buah berkualitas. Tanaman anggrek telah berhasil dikembangkan menjadi komoditas unggulan, sekaligus icon bangsa Thailand. Tanaman holtikultura, seperti jamur, menjadi unggulan Thailand dengan harga dan mutu yang kompetitif, dan ‘bebas musim,’ alias tersedia di sepanjang tahun.

More