Provinsi Bangka Belitung Go Nuclear


Disadur dari http://www.babelprov.go.id/content/babel-go-nuclear

Sejak hari Minggu 24 Oktober 2010 Tim ahli BATAN dipimpin langsung oleh Sekretaris Utama BATAN Bapak Nur Agus Salim bersama para Deputi, BAPENAS, PT.PLN Tbk,  dan Dewan Energi Nasional dengan jumlah personil cukup fantastis 30 orang. Tim melakukan penandatanganan MoU pada hari senin 25 Oktober 2010 sekaligus dalam rangka BABEL Archipelago 2010. Hari selasa 26 Oktober 2010  tim akan melakukan kunjungan ke tapak lokasi PLTN di Bangka Barat dan pada hari rabu 27 Oktober 2010  ke Bangka Selatan.

Kedatangan tim ini merupakan kunjungan terbesar selama berdirinya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang menandakan keseriusan BATAN dalam menanggapi pre pendirian PLTN pertama di Indonesia. Secara lengkap agenda kerja tim ini adalah sebagai berikut :

Hari senin pagi tanggal 25 Oktober 2010 melakukan MoU dengan Kabupaten Bangka Barat dan Bangka Selatan sebagai lokasi tapak PLTN di provinsi tercinta ini. MoU ini dilakukan di kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Air Itam – Pangkalpinang.

Pada malam hari dilakukan pembicaraan tentang kesiapan Kepulauan Bangka Belitung antara Tim BATAN dengan tokoh pemuka, aparatur PNS terkait, LSM, Pemuda, Mahasiswa dan masyarakat umum. Acara dibuka oleh Bapak Johan Morud. Pada sesi pertama dilakukan sambutan oleh tuan rumah yang saat itu hadir disampaikan oleh Bapak Hudarni Rani, Bapak Zulkarnain Karim dan Bapak Ismiryadi yang kemudian dilanjutkan oleh sambutan Sestama BATAN Bapak  Nur Agus Salim.

Bapak Hudarni Rani menyampaikan sejarah perjuangan pembentukan Provinsi berserta keadaan listrik yang byar pet sejak 2001 hingga 2006. Sedangkan Pak Zulkarnain yang ternyata Pro Nuklir menyinggung sikap para anti nuklir, beliau menyampaikan ,” kenape kite takut kek nuklir padahal urang jepang (red 220.000 jiwa tewas dan puluhan ribu laiinnya termutasi/mati perlahan) yang lah pernah ngerase dan ngeliet antu BOM ATOM ge sekarang memiliki lebih dari 50 buah PLTN disana.” Jepang tiada hari tanpa gempa tapi dengan teknologi sipil sekarang mereka bisa bikin PLTN tahan gempa. Memang biayanya pasti lebih besar dan uang tidak masalah untuk kepentingan yang lebih besar dan dunia yang lebih baik.

Pada kesempatan terakhir sambutan tuan rumah Bapak Ismiryadi menyampaikan bahwa ,” saat pemerintah Malaysia sangat berkeinginan membangun jembatan Malaka-Sumatera dan saat ini Malaysia sedang merencanakan pembangunan dua buah PLTN di bagian barat semenanjung malaka. Hal ini bisa jadi bukan hal muluk jika suatu hari energi listrik mereka masuk ke Sumatera dan kembali ‘menjajah’ Indonesia lewat listriknya.”

Sambutan terakhir oleh Pak Nur Agus Salim sangat senang atas antusiasnya Kepulauan Bangka Belitung menjadi tapak PLTN pertama di Indonesia. Sedangkan ketakutan terhadap PLTN orang selalu mengacu terhadap Tragedi CHERNOBYL yang merupakan generasi pertama PLTN sedangkan Tragedi Bhopal tdk murni reaktor pembangkit nuklir tapi industri kimia. Teknologi  PLTN sekarang ini sudah masuk ke generasi ke5 dengan keamanan tingkat  tinggi. Untuk lokasi tapak PLTN di Kepulauan Babel dan Pulau Kalimantan termasuk kategori hijau tidak ada gempa dlm 500 th terakhir apalagi tsunami.

Selanjutnya dilakukan tanya jawab yang terangkum berikut ini. Saat ini Kepulauan Bangka Belitung hanya memiliki tiga  nilai merah dari 19 syarat utama untuk mendirikan PLTN. Salah satunya adalah kebijakan Pemerintah Pusat yang belum GO NUCLEAR. Sehingga merupakan hambatan besar. Namun saat ini  Departemen Keuangan RI telah menyetujui dan mempersiapkan APBN 2011-2013 untuk melakukan Visibility study terhadap dua lokasi tapak PLTN di Bangka Barat dan Bangka Selatan. Pembangunan ini jika sesuai dengan perencanaan dari BATAN maka paling cepat akan siap operasional tahun 2022. Tahapan-tahapan yang harus dilewati adalah fase pre (persiapan), fase kedua (fase proyek, keputusan pembangunan), fase tiga (fase konstruksi (pembangunan) dan fase empat operasional. PLTN BABEL telah memasuki setengah fase pertama.  Kapasitas pembangkit diperkirakan sesuai dengan wilayah adalah PLTN di Kabupaten Bangka Barat dapat dibangkitkan 10.000 MW sedangkan Bangka Selatan berkisar 8.000 MW.

Perencanaan transmisi listrik saat ini pada tahun 2016 akan dilakukan penyambungan interkoneksi Jawa – Sumatera dan 2017 Malaka-Sumatera. Seandainya PLTN BABEL akan dibangun maka PLTN ini akan dihubungkan ke interkoneksi Bangka-Sumatera-Duri dan Bangka-Sumatera-Jawa-Bali melalui teknologi ACDC untuk meminimalisasi kerugian drop tegangan. Tidak menutup kemungkinan jika terjadi kelebihan beban di sisi Indonesia, kita bisa menjual kelebihan beban tersebut ke grid ASEAN (Malaysia, Thailand dan Vietnam) melalui Malaysia.

Masalah Pro Kontra yang ada pada saat ini harus dilakukan dengan sosialisasi ke segala lapisan agar semua keraguan terhadap pendirian PLTN ini menjadi kenyataan. Sosialisasi ini adalah tanggung jawab besar kita bersama. Ke depan akan ada pembentukan tim sosialisasi yang telah dibekali kemampuan untuk penjelasan tentang teknologi nuklir yang terkini. Berharap rencana yang akan dilakukan berjalan sesuai dengan harapan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: