Beranda Teknik Nuklir di KASKUS

Para juragan KASKUS, silahkan bergabung bersama kita-kita di beranda teknik nuklir. Pelayanan yang diberikan komplit, mulai dari mau kenalan, mau bertanya tentang teknologi nuklir, dan mau ngerumpi juga boleh. Cek TKP ya.

Selintas di Balikpapan

Selamat malam teman-teman semua….

Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon maaf lahir dan batin. Selamat hari raya Idul fitri 1430 H.

Saya mau posting perjalanan saya di kota Balikpapan, kota yang terkenal sebagai kota Minyak di Indonesia. Sama sekali ini tidak ada hubungannya dengan nuklir yang ada di Indonesia, namun siapa tahu sekilas perjalanan di balikpapan dapat memberikan gambaran tentang kota tersebut, atau bagi yang mendapat tugas ke kota tersebut atau transit mendapatkan referensi tempat penginapan atau kendaraan untuk menuju kota penghubung lain seperti Samarinda, Bontang, Sangatta ataupun Bengalon.

Perjalanan ini saya tempuh dengan menggunakan pesawat maskapai domestik, dengan waktu perjalanan 2 jam dari bandara Soekarno Hatta. Take off pukul 05.15 WIB dan Landing pukul 08.30 WITA ( ada perbedaan waktu satu jam antara Jakarta-Balikpapan ). More

Kenapa Memilih Teknik Nuklir?

Teknik Nuklir?? Hmmm….

Sebenere agak bingung juga pas dimintai suruh nulis ma Ms Donny. Tapi ya dicoba dey..

Oiya.. Perkenalan.. Penting banget..

Kenalkan,

Saya Mega, , salah satu dari sekian mahasiswa Teknik Nuklir angkatan 2006. (muw crita tentang nuklir 2006 dulu boleh yah??). Jadi, di Teknik Nuklir 2006 dulu ada 42 mahasiswa dan 3 mahasiswi (ehemm). Jumlah total satu angkatan tuh sekitar 45 anak manusia. Bisa dibilang jumlah yang ‘cukup banyak’ mengingat jumlah mahasiswa-mahasiswa angkatan sebelumna.. hehehehehe..

Akan tetapi, teori seleksi alam kayakna berlaku juga di Nuklir 2006. Seiring berjalanna waktu berkurang pula jumlah mahasiswanya (baca : MAHASISWA, bukan MAHASISWI). Kalu diitung-itung tuh ampe sekarang cuman sisa 40 mahasiswa dan 3 mahasiswi (tetep). Kenapa bisa demikian??? Untuk lebih jelasna bisa ditanyakan langsung ke yang bersangkutan, yang jelas mereka pasti menemukan jurang yang menurut mereka ‘lebih indah’ dibandingkan jurang teknik nuklir… ^^. More

Nostalgila: Bagian 2

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Dasar si Doni ga punya hati nurani, perasaanmu mati, aku ini cuma karyawan biasa lae :), tiap hari ngejar-ngejar mulu untuk ngelanjutin tulisan saya yang kemarin, emangnya penting gitu? (baca: semoga kalian jawab ‘penting’) .. Iya deh, akhirnya saya sempat-sempatin buat nulis di sela-sela kesibukan saya yang bejibun dan bertubi-tubi. Sampai mana kemarin? Oh iya awal-awal kuliah ya?

Gini coy, secara, ga ada yang salah dengan diri saya kecuali awalan kuliah saya yang buruk 🙂 tapi wajar kan? Seorang pahlawan kan biasanya menangnya belakangan hehehe. Waktu itu adalah masa-masa yang paling menenggelamkan dalam sehari-hari saya termasuk dalam hal akademis. Mungkin lebih disebabkan karena kurangnya kontrol diri dan kurang dewasa, bingung ya? Ya mau dibilang dewasa gimana orang tiap hari kerjaannya main game, ngelayap, ga pernah belajar (baca: meskipun untuk yg satu ini dah kebiasaan dari kecil, prinsipnya learning by doing gitu), sering bolos dsb pokoknya hampir semua kesalahan mendasar dan elementer dari seorang mahasiswa abadi pada umumnya sudah saya lakoni. Wal hasil terjadi wan prestasi di kampus, IPK selama 4 semester jeblog. Tapi ada satu hal yang akan saya tekankan, yaitu bahwa Teknik Nuklir itu adalah gabungan 3 disiplin ilmu yang fundamental, kimia, terlebih lagi fisika dan yang paling penting adalah matematika analisis (baca: ngomongnya kaya kajur ya?). Tapi beneran deh, dari awal kuliah kisanak harus mengimprove ketiga kemampuan ini, jika sudah versatile, maka mata kuliah semester pertengahan sampai akhir bakalan mudah, bi idznillah. More

Nostalgila: Bagian 1

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Nukers, gmn kabar kalian? Masih tetap keren seperti biasa kan?

Saya tahu kalian sedang banyak masalah, tapi tetap sabar ya .. Semangat!

Kemarin saya dikontak sama yang mbaurekso blog ini, itu tuh si telo yang sekarang lagi foya foya di Korea (baca: biar terkesan keren bos) dipaksa nulis sesuatu, apalah yang penting bisa dibaca katanya. Tapi bukan itu sih spirit utamanya, itu mah nggak ngaruh, memang dasarnya saya juga lagi kangen sama nukers makanya saya siaran disini, siapa tahu jadi pada ingat sama saya. Intinya lagi pingin bernostalgila.

Oiya, menurut seorang sumber yang kadang-kadang valid, sebut saja namanya Doni (baca: bukan nama sebenarnya) katanya banyak adik-adik SMA yang nanya-nanya gimana rasanya kuliah di Teknik Nuklir ya? Ketahuilah kisanak (baca: calon nukers), nuklir itu berbahaya! Oke kisanak, saya ingin sedikit flashback ke masa lalu, bagaimana ceritanya sedemikian rupa sehingga saya bisa duduk di bangku jurusan yang orang-orang bilang Teknik Nuklir, yang kelak akan membuat posisi tawar saya menjadi lebih tinggi (baca: uopo iki??). Sudah siap? Ok, sekarang klik tanda ‘X’ di sebelah kanan atas komputer kisanak. More

Selamat untuk Arum Supriyadi

Selamat wisuda untuk Arum Supriyadi, S.T.

Semoga bekal ilmu yang dimiliki membawa masa depan yang baik khususnya untuk diri sendiri dan perkembangan teknik nuklir di Indonesia.

6574_1151366758306_1651741136_373997_4369957_n

Seperti apa sih kuliah di Korea?

foto1

Oleh: Kirana Yuniati Putri (Teknik Nuklir 2004)
Mahasiswa S2 di Dept. of Nuclear & Quantum Engineering, KAIST

Yang namanya kuliah di mana-mana pasti susah. Situasi dan kondisi tempat kuliah sedikit banyak akan memberikan pengaruh kepada keberhasilan, meskipun akhirnya semua kembali kepada diri sendiri. Bagaimana sih kuliah di Korea?

Alhamdulillah, saya diterima di KAIST, salah satu universitas terbaik di Korea. Sebagai lulusan Teknik Nuklir UGM, tentunya pilihan saya di Department of Nuclear and Quantum Engineering (NQe). Awal berada di sini, begitu banyak hal yang berbeda dengan yang diketahui di Indonesia, terutama untuk mahasiswa S2 dan S3.

More

Previous Older Entries