Nostalgila: Bagian 1


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Nukers, gmn kabar kalian? Masih tetap keren seperti biasa kan?

Saya tahu kalian sedang banyak masalah, tapi tetap sabar ya .. Semangat!

Kemarin saya dikontak sama yang mbaurekso blog ini, itu tuh si telo yang sekarang lagi foya foya di Korea (baca: biar terkesan keren bos) dipaksa nulis sesuatu, apalah yang penting bisa dibaca katanya. Tapi bukan itu sih spirit utamanya, itu mah nggak ngaruh, memang dasarnya saya juga lagi kangen sama nukers makanya saya siaran disini, siapa tahu jadi pada ingat sama saya. Intinya lagi pingin bernostalgila.

Oiya, menurut seorang sumber yang kadang-kadang valid, sebut saja namanya Doni (baca: bukan nama sebenarnya) katanya banyak adik-adik SMA yang nanya-nanya gimana rasanya kuliah di Teknik Nuklir ya? Ketahuilah kisanak (baca: calon nukers), nuklir itu berbahaya! Oke kisanak, saya ingin sedikit flashback ke masa lalu, bagaimana ceritanya sedemikian rupa sehingga saya bisa duduk di bangku jurusan yang orang-orang bilang Teknik Nuklir, yang kelak akan membuat posisi tawar saya menjadi lebih tinggi (baca: uopo iki??). Sudah siap? Ok, sekarang klik tanda ‘X’ di sebelah kanan atas komputer kisanak.

Kisanak, saya dulu kenal Teknik Nuklir tuh secara ga sengaja, gara-gara saya dipanggil guru Bimbingan Konseling karena kasus mangkir dari beberapa sesi mata pelajaran. Singkat kata sambil nunggu guru saya baca sebuah buku yang entah kenapa ada disebelah saya, seperti ada yang nganterin. Ternyata itu adalah buku profile Universitas Gadjah Mada, buka-buka, buka lagi eh entah kenapa lagi saya jadi terfokus pada salah satu program studi (baca: Teknik Nuklir) seperti ada yang bisikin. Udah ah kelamaan, atau perlu saya ceritakan juga bagaimana si guru menghardik saya? .. Ga begitu penting juga, pokonamah saya kepincut sama tuh jurusan, perkara kelak akan ada penyesalan, nanti akan saya ceritakan.

Jebret, ujian akhir SMA lulus sukses berat, langsung deh tanpa ragu-ragu saya posisikan Teknik Nuklir ditempat teratas di formulir pendaftaran (baca: waktu itu masih bernama UMPTN, tau dah sekarang namanya apaan?). Berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, saya pun menderita kesuksesan besar dan resmi menjadi Maba Teknik Nuklir (baca: Maba = Mahasiswa Bandel) setelah mengurus kelengkapan administrasi dan bayar uang masuk tentunya.

Yeahhh …. The Journey just begun.

Semester I kelihatannya gampang, masih mata kuliah dasar, selain itu temen-temen kuliahnya baik-baik, polos, ga neko-neko dan juga didukung dosen, suasana kampus serta fasilitas yang boleh dibilang lumayan. Tapi betapa shocked nya saya ketika tau IPK semester I cuma 2,48 .. meremehkan! Musibah ini akan berlanjut hingga empat (4) semester kedepan, tapi bagaimana saya bisa survive dan mengatasi semuanya? Nantikan tulisan saya berikutnya kisanak.

Bersambung.

Penulis: Kho Rus Ban
Pemenang Penghargaan Penulis di Majalah Ibu dan Anak

6 Comments (+add yours?)

  1. kautahusiapa
    Aug 27, 2009 @ 05:15:43

    GOOOOOO……roes….lanjutkan tulisanmu…..

    Reply

  2. wulanza
    Aug 27, 2009 @ 15:07:01

    hahahahaa….. kapan jilid ke-2 ne rilis??

    Reply

  3. Donny Hartanto
    Aug 28, 2009 @ 08:20:11

    Ditunggu jilid kedua Rus, cerita bersambung by Kho Rus Ban

    Reply

  4. Meneer
    Sep 01, 2009 @ 08:14:18

    Gak sabar nih nunggu sambungan ceritanya….

    Reply

  5. rusbani
    Sep 03, 2009 @ 06:10:01

    poro sedulur, nyebar godhong koro, sabar sak wetoro .. alahh

    Reply

  6. nugaduh
    Sep 04, 2009 @ 08:07:38

    gedhongkorosabarsakwetoro , apaan itu Rus
    sama hal nya dengan “Vespa aing kumaha aing, tong milu pusing tong milu rungsing” ?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: