Nostalgila: Bagian 2

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Dasar si Doni ga punya hati nurani, perasaanmu mati, aku ini cuma karyawan biasa lae :), tiap hari ngejar-ngejar mulu untuk ngelanjutin tulisan saya yang kemarin, emangnya penting gitu? (baca: semoga kalian jawab ‘penting’) .. Iya deh, akhirnya saya sempat-sempatin buat nulis di sela-sela kesibukan saya yang bejibun dan bertubi-tubi. Sampai mana kemarin? Oh iya awal-awal kuliah ya?

Gini coy, secara, ga ada yang salah dengan diri saya kecuali awalan kuliah saya yang buruk 🙂 tapi wajar kan? Seorang pahlawan kan biasanya menangnya belakangan hehehe. Waktu itu adalah masa-masa yang paling menenggelamkan dalam sehari-hari saya termasuk dalam hal akademis. Mungkin lebih disebabkan karena kurangnya kontrol diri dan kurang dewasa, bingung ya? Ya mau dibilang dewasa gimana orang tiap hari kerjaannya main game, ngelayap, ga pernah belajar (baca: meskipun untuk yg satu ini dah kebiasaan dari kecil, prinsipnya learning by doing gitu), sering bolos dsb pokoknya hampir semua kesalahan mendasar dan elementer dari seorang mahasiswa abadi pada umumnya sudah saya lakoni. Wal hasil terjadi wan prestasi di kampus, IPK selama 4 semester jeblog. Tapi ada satu hal yang akan saya tekankan, yaitu bahwa Teknik Nuklir itu adalah gabungan 3 disiplin ilmu yang fundamental, kimia, terlebih lagi fisika dan yang paling penting adalah matematika analisis (baca: ngomongnya kaya kajur ya?). Tapi beneran deh, dari awal kuliah kisanak harus mengimprove ketiga kemampuan ini, jika sudah versatile, maka mata kuliah semester pertengahan sampai akhir bakalan mudah, bi idznillah. More

Nostalgila: Bagian 1

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Nukers, gmn kabar kalian? Masih tetap keren seperti biasa kan?

Saya tahu kalian sedang banyak masalah, tapi tetap sabar ya .. Semangat!

Kemarin saya dikontak sama yang mbaurekso blog ini, itu tuh si telo yang sekarang lagi foya foya di Korea (baca: biar terkesan keren bos) dipaksa nulis sesuatu, apalah yang penting bisa dibaca katanya. Tapi bukan itu sih spirit utamanya, itu mah nggak ngaruh, memang dasarnya saya juga lagi kangen sama nukers makanya saya siaran disini, siapa tahu jadi pada ingat sama saya. Intinya lagi pingin bernostalgila.

Oiya, menurut seorang sumber yang kadang-kadang valid, sebut saja namanya Doni (baca: bukan nama sebenarnya) katanya banyak adik-adik SMA yang nanya-nanya gimana rasanya kuliah di Teknik Nuklir ya? Ketahuilah kisanak (baca: calon nukers), nuklir itu berbahaya! Oke kisanak, saya ingin sedikit flashback ke masa lalu, bagaimana ceritanya sedemikian rupa sehingga saya bisa duduk di bangku jurusan yang orang-orang bilang Teknik Nuklir, yang kelak akan membuat posisi tawar saya menjadi lebih tinggi (baca: uopo iki??). Sudah siap? Ok, sekarang klik tanda ‘X’ di sebelah kanan atas komputer kisanak. More

Protected: Profil: Agus Maryanto

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Selamat untuk Arum Supriyadi

Selamat wisuda untuk Arum Supriyadi, S.T.

Semoga bekal ilmu yang dimiliki membawa masa depan yang baik khususnya untuk diri sendiri dan perkembangan teknik nuklir di Indonesia.

6574_1151366758306_1651741136_373997_4369957_n

Reaktor Nuklir untuk Hidrogen Nuklir

Dewasa ini, hidrogen sedang dipersiapkan sebagai sumber energi baru di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, Perancis, Jepang, Korea dan China. Ketersediaan sumber energi fosil yang semakin menipis dan perubahan iklim yang disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil mengisyaratkan bahwa calon sumber energi baru haruslah terbarukan (renewable) dan ramah lingkungan. Inilah yang mendasari terpilihnya hidrogen sebagai sumber energi baru masa depan di samping sumber energi lain seperti solar, angin dan biomassa. Hidrogen memang sangat menjanjikan sebagai sumber energi masa depan karena 1) dihasilkan dari sumber yang tersedia melimpah di alam yaitu air, 2) ramah lingkungan karena sisa pembuangannya berupa air, 3) mempunyai densitas energi yang tinggi. Satu tantangan utama dalam pengembangan sumber energi ini adalah bagaimana memproduksi hidrogen dalam jumlah besar, ramah lingkungan, aman dan ekonomis.

More

OPR1000

Reaktor berdaya 1000 MWe ini merupakan reaktor pertama rancangan KHNP dan sekaligus menjadi rancangan standar bagi PLTN di Korea. Saat ini terdapat 8 OPR1000 yang sedang beroperasi dan 5 unit dalam pembangunan.

Info lebih lengkap dapat dilihat di sini.

APR1400

Reaktor kedua dari KHNP yang termasuk Generasi III+ ini memiliki daya sebesar 1400 MWe. Saat ini, 4 unit APR1400 sedang dibangun di Korea.

Info lebih lanjut bisa dilihat di sini.

Previous Older Entries Next Newer Entries