Berbicara Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia itu seperti hendak mendatangkan bencana besar. Sejak masih mahasiswa di UGM, isu pembangunan PLTN sudah menjadi wacana. Isu ini sempat menghangat dengan munculnya berbagai aktivis yang menolak penggunaan energi nuklir ini, dan kemudian pendukung PLTN sempat saling berbalas-balasan tulisan di media cetak dan internet, hingga sekarang tidak diketahui nasib dan kelanjutannya.
Citra PLTN sudah terlanjur negatif di benak masyarakat. Jangankan PLTN, jika Anda adalah mahasiswa teknik nuklir, pasti Anda pernah mendengar nasihat dari teman untuk segeralah menikah, karena bahaya radiasi mengancam kesuburan Anda. Ada juga trademark bahwa lulusan teknik nuklir adalah perakit-perakit bom nuklir handal yang siap untuk jadi teroris. Sungguh luar biasa buruk pencitraan terhadap kata nuklir. Kalau boleh dilakukan pendataan, pastilah lulusan teknik nuklir sama seperti lulusan teknik lainnya, memiliki keturunan, dan belum ada lulusan teknik nuklir yang ditangkap oleh badan intelijen karena keterlibatan dalam jaringan teroris nasional apalagi internasional. Lagipula sangat tidak masuk di akal jika Universitas favorit seperti UGM ternyata juga menciptakan ahli-ahli perakit bom nuklir.
Read more…
Recent Comments