Telaah – Perkembangan Nuklir Indonesia
Sumber http://www.antara.co.id
Oleh: Adjar Irawan S Hidayat, pemerhati nuklir, alumni Fisika ITB tahun 1967, operator angkatan pertama reaktor Triga Mark II tahun 1964, dan Ketua Asosiasi PBB Indonesia (United Nations Association in Indonesia) sejak 1973-sekarang. Dia juga peraih Piagam Pembawa Pesan Perdamaian (Peace Messenger) PBB tahun 1994.
Bulan Oktober 1964, bangsa Indonesia mulai berbicara tentang reaktor nuklir, terhitung sejak “criticality-experiment” terhadap reaktor nuklir pertama Triga Mark II di Bandung berhasil dilakukan dengan baik.
Pemimpin percobaan Djali Ahimsa menulis dalam “log-book” tertanggal 16 Oktober 1964 : 18.37,5?, predict 57,5 critical. Catatan itu menunjukkan bahwa pada jam tersebut sebanyak 57,5 batang elemen bakar nuklir (berisi 2,3 kg U-235) telah dipancingkan ke dalam teras reaktor dan pada kondisi itu reaksi inti yang berkesinambungan tepat sudah bisa terjadi. Besaran 2,3 kg U-235 disebut bobot-kritis. Kritis di sini tidak ada kaitannya dengan bahaya. Jauh hari kemudian, kepala proyek pembangunan reaktor Triga, Djali Ahimsa, menjadi Dirjen Batan. Ketika itu, para pakar yang terlibat bersorak gembira dan lega.

Recent Comments