Pengalaman mendapatkan beasiswa Monbukagakusho (dulu Monbusho)

Oleh: Teddy Ardiansyah (Teknik Nuklir 2001)
Ph.D Candidate, Integrated Doctoral Program, Nuclear Engineering Department, Tokyo Institute of Technology
Jepang merupakan salah satu Negara maju di dunia, bahkan mungkin termaju di Asia, terutama di bidang ilmu-ilmu teknik (engineering). Jepang termasuk salah satu Negara di dunia yang disegani di bidang industri. Sebenarnya ada berbagai macam beasiswa yang diberikan baik oleh pemerintah Jepang maupun oleh organisasi/perusahaan Jepang bagi warga Indonesia yang ingin melanjutkan kuliah di Jepang. Dari berbagai macam beasiswa tersebut, beasiswa Monbukagakusho adalah yang paling populer.
Beasiswa Monbukagakusho
Beasiswa Monbukagakusho dibagi menjadi 2 tipe:
1) Monbukagakusho G to G (Government to Government)
Beasiswa ini dikoordinir oleh Kedutaan Besar Jepang di Indonesia. Semua syarat, proses aplikasi dan seleksi dilakukan oleh Kedubes Jepang di Indonesia. Formulir pendaftaran bisa didapatkan di Kedubes Jepang atau melalui website Kedubes Jepang di Indonesia (www.id.emb-japan.go.jp/). Proses seleksi dibuka pada sekitar bulan Maret dan ditutup pada sekitar bulan Mei.
2) Monbukagakusho U to U (University to University)
Beasiswa ini dikoordinir berdasarkan kerjasama antara universitas yang ada di Jepang dengan universitas yang ada di Indonesia. Untuk Universitas Gadjah Mada (UGM), kerjasama yang telah dilakukan adalah dengan Tokyo Insitute of Technology (Tokyo Kogyo Daigaku; disingkat Tokodai) dan Hokkaido University. Proses aplikasi dan seleksi dilakukan oleh universitas yang ada di Jepang. Proses seleksi dibuka sekitar bulan September dan ditutup sekitar bulan Desember. Besarnya uang beasiswa untuk kedua tipe beasiswa Monbukagakusho tersebut diatas adalah sama.
Untuk informasi beasiswa dari sumber lain bisa dilihat di website berikut:
http://www.studyjapan.go.jp/in/index.html
http://www.jasso.go.jp/index_e.html
http://nime-glad.nime.ac.jp/en/
https://www.fap.hq.unu.edu/FAPS/english/index.jsp
http://www.dikti.go.id/index.php?option=com_frontpage&Itemid=1
http://www.dikti.go.id/index.php?option=com_content&task=category§ionid=4&id=43&Itemid=51
http://www.dikti.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=103&Itemid=51
Dari kedua tipe beasiswa Monbukagakusho tersebut dapat dilihat beberapa perbedaan seperti yang dituliskan di dalam tabel di bawah ini:
Untuk mereka yang melamar beasiswa Monbukagakusho U to U, berikut saya berikan beberapa tips yang mungkin bermanfaat:
1. Setelah anda mengetahui kerjasama antara universitas asal anda dengan universitas yang ada di Jepang, maka langkah selanjutnya adalah mencari profesor pembimbing yang akan membimbing anda menyelesaikan studi anda. Misalnya, Jurusan Teknik Fisika, UGM telah mempunyai kerjasama (MOU) dengan Department of Nuclear Engineering, Tokyo Institute of Technology.
2. Nama para profesor beserta bidang keahlian riset di Jepang bisa dilihat di website universitas yang bersangkutan. Misalnya, untuk Department of Nuclear Engineering, Tokyo Insitute of Technology bisa dilihat di website berikut (http://www.nr.titech.ac.jp/Graduate/English/Faculty/index.html).
3. Setelah anda memutuskan bidang riset yang ingin anda lakukan di Jepang, maka langkah selanjutnya adalah menghubungi profesor yang bersangkutan. Karena Jepang termasuk Negara Asia, maka tata-krama di dalam berkomunikasi perlu diperhatikan. Ketika Anda menghubungi profesor yang ada di Jepang pertama-tama adalah perkenalkan diri anda terlebih dahulu. Nama anda, jurusan dan universitas asal anda, pendidikan S1 anda, topik riset S1 anda beserta sekilas penjelasan tentang penelitian (skripsi) yang telah anda lakukan, serta keahlian yang anda miliki (programming, technical softwares dll). Katakan pula bahwa anda tertarik untuk belajar dibawah bimbingan profesor yang bersangkutan beserta topik riset yang ingin anda lakukan dibawah bimbingan beliau. Katakan pula alasan kenapa anda tertarik dengan riset tersebut.
4. Kebanyakan orang ketika menghubungi profesor yang ada di Jepang adalah dengan menggunakan email. Hal ini menurut saya kurang efektif, karena profesor di Jepang sangat sibuk sekali. Setiap hari dia bisa menerima puluhan bahkan ratusan email, sehingga kesempatan email anda untuk dibaca sangat kecil sekali. Cara terbaik untuk mendapatkan perhatian dari profesor di Jepang adalah dengan cara meng-facsimile beliau. Facsimile memang lebih mahal daripada email, tetapi kesempatan anda untuk menarik perhatian beliau juga lebih besar jika dibandingkan menggunakan email. Tuliskan hal-hal yang telah saya sebutkan pada point 3 diatas pada 1 halaman kertas yang ingin anda fax ke profesor yang bersangkutan. 1 halaman saja karena profesor tidak punya waktu jika harus membaca berlembar-lembar kertas facsimile yang anda kirimkan. Tuliskan pula alamat email anda di dalam lembar facsimile yang ada kirimkan ke beliau sehingga beliau bisa mengontak anda lewat email.
5. Jika di dalam jangka waktu 2-3 minggu tidak ada balasan dari profesor yang bersangkutan, maka langkah selanjutnya adalah memilih profesor yang lain dan mengulangi langkah-langkah diatas.
6. Buat CV (Curriculum Vitae) anda sekarang juga! CV ini penting sekali karena CV menceritakan sekilas tentang diri anda kepada orang lain (profesor). Buat CV anda sebaik dan seindah mungkin. Ada banyak website di internet yang memberikan panduan untuk membuat CV dengan baik dan benar.
7. IPK apakah penting? IPK memang penting tetapi tidak mutlak. Percaya atau tidak, kita bisa mendapatkan beasiswa ke Jepang dengan IPK pas-pasan (sekitar 2.7). Bagaimanakah caranya? Ada 2 cara jika anda ingin tetap belajar ke Jepang dengan IPK pas-pasan. Cara pertama adalah dengan mencari calon profesor di Jepang yang memang levelnya sudah profesor penuh (bukan yang masih associate professor). Profesor memiliki dana penelitian yang lebih besar daripada associate professor, sehingga peluang anda untuk bersekolah ke Jepang akan semakin besar. Cara kedua adalah dengan cara membangun network (networking). Jika anda bisa mendapatkan rekomendasi dari orang yang dulu pernah belajar di bawah bimbingan profesor yang anda inginkan, dan orang tersebut memiliki track record yang sangat baik sekali di mata profesor tersebut, maka kesempatan anda untuk pergi ke Jepang akan semakin besar. Bagaimanakah cara membangun network? Salah satu caranya adalah dengan sering mengikuti seminar-seminar, baik nasional maupun internasional. Dengan mengikuti seminar maka anda bisa berkenalan dengan banyak orang, baik akademisi, industriawan, maupun politik yang dapat memperluas jaringan anda.
8. Yang paling penting dari semuanya adalah niat. Jika anda memiliki niat yang sangat besar untuk pergi ke luar negeri (Jepang) maka apapun hasil akhirnya anda tidak akan pernah menyerah untuk terus berusaha. Jika anda gagal mendapatkan beasiswa, cobalah terus dan tetap optimis. Sebagai informasi, penulis telah gagal puluhan kali di dalam mendapatkan beasiswa baik di dalam maupun di luar negeri. Tetapi hal itu tidak menyurutkan niat penulis untuk terus melakukan yang terbaik sehingga akhirnya mendapatkan beasiswa Monbukagakusho.
Selamat berburu beasiswa serta tetap semangat dan optimis.
Tokyo, 26 April 2008
Link lain untuk dibaca:
http://syeilendrapramuditya.wordpress.com/2009/02/28/cara-mendapatkan-beasiswa-monbukagakushomext-untuk-melanjutkan-studi-di-jepang/


gimana dapatkan beasiswa untuk keluar negeri
Kita di sini cuma berbagi informasi tentang beasiswa untuk Nuclear Engineering, kalau untuk bidang lain, coba cek blog atau milis lain.
Beasiswa keluar negeri untuk bidang apa? Program studi apa? Ada banyak sekali beasiswa luar negeri. Saya kurang tahu anda ingin yang mana.
mAs Teddy perkenalkan, saya adik angkatan mas di TN UgM. saya mo nanya kira2 kalo kita ngelamar S2 yang bidang energi tetapi bukan nuklir kira2 bisa gak?? terus kalo kita sudah diterima sebagai penerima beasiswa u to u apa ada ikatan dinasnya, ato setelah lulus nanti kita bebas menentukan pilihan tempat kerja alias tidak ada ikatan dinas….makasih mas….
Dik Dedy, sejauh yang saya tahu kerjasama antara Teknik Fisika UGM hanya dengan RLNR (Research Laboratory for Nuclear Reactors) Tokyo Institute of Technology. Sehingga kalau dik Dedy mau melamar beasiswa Monbukagakusho U to U selain teknik nuklir maka tidak dibolehkan. Dik Dedy masih bisa melamar beasiswa Monbukagakusho G to G kalau mau melamar beasiswa S2 bidang energi. Mohon dicek website kedubes Jepang di Indonesia.
Wassalam.
makasih mas buat jawabannya….saya dari Teknik Nuklir tapi bukan yang reaktor…konsentrasi saya saat ini teknologi proses nuklir. Saya tertarik dengan penelitiannya profesor Yuki taka kato, yang di bagian energy eng. division khususnya tentang kogenerasi, Hydrogen energy (kebetulan TA saya juga tentang produksi Hudrogen) kira2 bisa ngelamar beasiswa u to u ke situ bisa gak…!. KAlo reaktor saya kurang bisa….maklum mas, sekarang ini di Teknik Nuklir udah ada pembagian konsentrasinya he…..he…..(jadi lebih expert di prosesnya..)
Mas, tapi setelah saya cek research activity-nya, semuanya dalam bahasa jepang…wah gimana nih g ada yang dalam bah. inggris…..
Maksih mas atas tanggapannya nanti.Sukses selalu ya mas…
Dik Dedy, berhubung Kato Sensei tergabung di dalam Research Laboratory for Nuclear Reactors (RLNR) maka Dik Dedy bisa melamar aplikasi beasiswa Monbukagakusho U to U. Silakan kontak Kato Sensei secepatnya lewat fax dan katakan kalo anda tertarik dengan penelitian beliau dan ingin menjadi mahasiswa di bawah bimbingan beliau. Kalau untuk riset beliau mungkin bisa dilihat di website berikut
http://www.nr.titech.ac.jp/~yukitaka/eng/index.html
Saya bisa membantu mendownload beberapa paper yang ditulis oleh Kato Sensei buat Dik Dedy pelajari. Tulis aja judul paper dan penerbit paper tersebut lalu kirim ke email saya. Kalau ada pertanyaan bisa kontak saya via email berikut:
ardiansyah_nuclear@yahoo.com
Prof. Kato itu ada dua ya, Ted… (1) Yukitaka dan (2) Yasuyoshi. Yang (1) aku dulu pernah kontak terkait dengan low-exergy reactor. Yang (2) pernah ketemu 2 kali, yg pertama waktu conference HTR di Petten, makan siang bersebelahan, yg kedua ketika dia jadi chair dan sy jadi co-chair pada session meeting di bandung. Tapi, nuwun sewu, bhs inggrisnya sulit dipahami untuk telinga sy yg terbiasa dg inggris logat belanda..
Prof. Yasuyoshi Kato tergabung di RLNR, tetapi beliau udah pensiun tahun ini. Sedangkan yang satu lagi adalah Assoc. Prof. Yukitaka Kato yang risetnya tentang hydrogen energy. Saya nggak tahu apakah mereka masih satu keluarga atau bukan. Di Jepang meskipun nama keluarga sama, tetapi belum tentu mereka satu keluarga. Banyak sekali orang jepang yang mempunyai nama keluarga sama. Pak Alex kapan hijrah ke RLNR, hehehe?
Ded, aku pengen bertanya, kamu angkatan berapa di TN UGM?
makasih mas…buat bantuannya…nanti saya kontak lagi lewat email…sukses..
buat mas dony..aku angkatan 2004..
Alow Ded, aku kenal betul dengan TN 2004, dan sepertinya ga ada deh yang namanya Dedy.
Kalau memang ingin studi lanjut tentang nuclear-hydrogen co-generation, kenapa ga coba ke KAIST?
Kebetulan di KAIST, semua lab sedang mengembangkan reaktor VHTR untuk produksi hidrogen. Labku sendiri mempelajari dari sisi neutronik, lainnya adalah di studi thermalhydraulik, material, safety, sampai proses produksi hydrogen.
Korea sendiri tergabung di dalam Generation IV International Forum dan mendapat tugas untuk mengembangkan 2 reaktor yaitu VHTR dan SFR. Imbasnya semua penelitian reaktor maju di Korea baik institusi penelitian dan universitas diarahkan ke kedua reaktor ini termasuk fasilitas produksi hydrogen.
Email aku ok, kalau tertarik.
Bener Dedy, lebih baik kamu ke Korea aja. Kasian tuh mas Donny nggak ada teman disana. Nggak ada orang yang bisa diajak curhat masalah cinta dan rumah tangga
. Apalagi mas Donny di Korea cintanya bertepuk sebelah tangan (waduh kasian banget sih kamu Don), hehehe. Orang Indonesia di Korea dikit banget. Makanya kalo ngasih beasiswa yang agak banyak biar banyak yang pergi ke Korea, hehehe. Don, usul ke pemerintah Korea kalo beri beasiswa yang agak banyak dikit supaya bisa beli laptop ketika datang, hahaha. Mas Kunta aja udah bisa beli komputer baru, masa kamu nggak bisa, hahaha. Peace ya Don.
Harus diberi pengertian ini Mas, kalau ga nanti ga ada yang mau ke Korea.
Beasiswa di KAIST khususnya bidang nuklir ada 3 jenis. Pertama, beasiswa KAIST, ini jumlahnya yang paling sedikit (uang saku + uang sekolah). Kedua, beasiswa RCA, ini mantap (tiket Indonesia-Korea + uang saku + uang sekolah). Yang ketiga, beasiswa KRF, ini lumayan (uang saku 2x pertama + uang sekolah).
Sekarang aku lagi proses mengajukan beasiswa ketiga.
Beasiswa Monbukagakusho jepang (tiket Indonesia-Jepang+uang kedatangan+uang kuliah+uang saku+uang asrama+uang laptop+uang seminar ke luar negeri+dapat cewek jepang yang cantik2) hahaha. Peace Don.
wah…maksih mas dony…buat sarannya.Kayaknya mas dony tau-lah aku siapa??(off record ya mas…soale aku lebih senang kalo di forum pake nama samaran..he…he…). Oya kemarin udah nyoba yang KAIST internship tapi belum keterima…jadi pas lagi ngenet di internet eh kebetulan mampir ke blog nuke 2002 n baca tulisannya mas Teddy..Wah jadi semangat n termotivasi lagi untuk nyari beasiswa he…he…Mas, yang beasiswa KAIST S2 kayaknya ada anak 2003 yang ngelamar tuh…tapi belum jelas siapa??
Maksih buat semua masukan Bapak, mas-mas_nya semua yang di forum….Moga forum ini bisa jadi ajang saling tukar pikiran, sharing baik antara dosen dg kakak2 angkatan maupun dengan adik angkatan. Apalagi melihat kesuksesan kakak2 angkatan yang bisa kuliah di universitas yang “prestis”, sharing pengalamannya sangat membantu….
Internship ke KAIST memang peluang diterima cukup kecil, soalnya hanya 1. Lain halnya dengan kalau mendaftar beasiswa ke sini untuk S2. KAIST membuka beasiswa setiap semester kok, bahkan yang RCA juga. Deadlinenya setiap tanggal 25 April untuk fall semester dan 25 Oktober untuk spring semester.
Don, itu yang KAIST pengumumannya bisa nggak diposting di blog ini. Biar semuanya pada tahu. Atau kalau bisa sih kirim ke Meneer biar nanti diposting di jurusan teknik fisika.
Sudah Mas, sudah pernah kukirim ke jurusan dan ditempel. Di Blog ini juga sudah kutulis tapi dalam bahasa Inggris, “Study Nuclear Engineering in Korea”. Tetap aja Jepang punya daya magnet yang lebih kuat dari Korea. Hehehe….
coz ana maria ozawa, takako kitahara,sora aoi, dll dll
sorry lagi boring neh….nungguin result dari lab blom keluar2 hasile…mas ted u di jepang ada kerja sambilan ga?ya maen film bareng nama2 diatas tadi lah….hehehe…
Daya tarik jepang itu karena beasiswanya besar
jadi mahasiswanya g susah malah bisa nabung buat nikah nanti di tanah air ha..ha…
untuk kautahusiapa ini mah forum resmi jadi jangan bawa nama-nama bintang2 film yang g jelas itu…..
Mas…ini yang masih mengganjal di otak saya selama ini…sebenarnya kalo kita dah diterima di univ. jepang terus kalo udah selesai..apakah kita tidak diwajibkan untuk balik ke tanah air…???soale aku secara pribadi lebih suka tinggal di LN dan membangun tanah air melalui negeri orang??kan lebih keren…he…he…gimana mas….????
Untuk Dewiq (My Angel),
Beasiswa Monbukagakusho adalah beasiswa tanpa ikatan dinas. Jadi setelah anda selesai belajar di Jepang anda bebas untuk kembali atau tidak ke tanah air. Kecuali kalo anda adalah dosen di Indonesia yang mewajibkan untuk kembali lagi setelah study anda selesai. Jika anda memang berniat tinggal di luar negeri (jepang) maka saran saya adalah lakukan yang terbaik di dalam study anda dan hubungan dengan Profesor anda. Karena Profesor adalah orang yang akan menuliskan anda rekomendasi jika anda ingin bekerja. Jadi meskipun anda bagus di dalam study tetapi hubungan dengan Profesor anda kurang bagus maka efeknya adalah anda akan susah lulus dan susah dapat kerja. Jadi selain nilai bagus, hubungan kekeluargaan dengan sekitar anda juga harus bagus.
Salam,
wooo hebat ya
mas,gmna cra mo dpet beasiswa di jepang.aq di UII jogja pgen nglanjut di jepang. contact di email qu aj pad_here.
thnx before.
Untuk mas padly. Jika UII sudah ada kerjasama (MOU) dengan salah satu universitas/departemen yang ada di jepang maka anda bisa melamar beasiswa monbukagakusho yang versi U to U. Tetapi kalo tidak, maka anda bisa melamar yang versi G to G. Untuk monbukagakusho G to G, anda bisa membuka website kedubes jepang dan masuk ke seksi pendidikan, atau bisa klik disini
http://www.id.emb-japan.go.jp/sch.html
Salam,
hai kak teddy.. salam kenal..
saya isa mahasiswa unpad, saya minta tolong informasi dari kakak untuk beasiswa di bidang kelautan yang ke jepang..
ataupun mungkin kakak tau universitas di jepang yang mempunyai mata kuliahnya bidang ilmu kelautan..
Dear Isa,
Untuk ilmu kelautan mungkin bisa disearch di website Tokyo Institute of Technology. Tapi yang saya tahu di Tokyo Tech ilmu kelautannya adalah komputasi, bukan eksperimen. Universitas yang lain lagi adalah Yokohama National University. Kebetulan sekitar 1 bulan yang lalu ada adik dari ITB yang mendaftar dan sudah diterima di Yokohama National University (YNU). Kalau nggak salah juga dari kelautan. YNU memang terkenal dengan bidang studi kelautannya karena letak kampusnya yang berada di kota Yokohama yang memang dekat dengan laut. Salah satu universitas lain yang terkenal di bidang kelautan adalah Tokyo University of Marine Science and Technology (Kaiyodai). Berikut websitenya, http://www.kaiyodai.ac.jp/English/. Juga banyak universitas lain seperti Tokyo University, Kyoto University dan Kochi University yang juga menawarkan program studi ilmu kelautan. Untuk riset ilmu kelautan yang sedang dilakukan oleh Jepang mungkin website berikut bisa diklik:
http://www.jamstec.go.jp/e/. Selamat berburu beasiswa dan semoga berhasil!
mas Teddy makasih banyak buat bantuannya selama ini..saya sangat terbantu dengan tulisan dan masukan dari mas…semoga mas selalu diberkati sama Tuhan n selalu sukses..amin..
titip salam juga buat mas Kunta..”makasih banyak mas Kunta”.
maju terus Teknik nUklir…..
Terima kasih atas doanya. Tetap optimis di dalam berburu beasiswa!
salut buat ma teddy..pengusaha jalan girilaya..:-)
lanjutkan niatnya mas..moga2 sekalian kerja d japan kyk sesepuh pendahulu..
jgn lupa pesanan kami..
Hallo Mas Teddy..saya tertarik dengan pengalaman mas Teddy. kebetulan sekali, sekarang ini saya sedang cari kenalan profesor tapi gak tau gimana cara kirim email atau fax yang baik dan benar..boleh dong saya download sample CV dan fax mas Teddy yang dikirim ke profesornya..
saya tunggu ya..
thanx banget..
Hallo Mas Teddy..sama seperti mas berlin, sekarang ini saya juga sedang cari kenalan profesor, tapi gak tau gimana cara kirim email atau fax yang baik dan benar..kalau mas ndak keberatan saya juga mau download ya mas…
terimakasih…..
Maaf, saya lupa naruh softcopy-nya dimana, hehehe. Kalau anda sudah membaca tulisan saya, maka saya rasa tidak ada masalah.
untuk berlin dan nisa, dan siapa saja yg juga butuh contoh email untuk menghubungi profesor di luar negeri, silahkan klik link ini >> http://syeilendrapramuditya.wordpress.com/2008/06/04/contoh-email-untuk-menghubungi-profesor-di-luar-negeri/
mungkin kalian mau baca link ini juga tentang beasiswa monbusho jepang>> http://syeilendrapramuditya.wordpress.com/2008/08/31/nilai-beasiswa-pemerintah-jepang-monbushomext/
semoga bermanfaat ok
syeilendra
kalau beasiswa MEXT yang dilamar lewat rekomendasi universitas itu gimana proses seleksinya? maaf yang anda dapatkan itu beasiswa MEXT rekomendasi kedubes atau rekomendasi universitas di jepang, saya mohon info dan tipsnya? terima kasih sebelumnya. kalau ada yang tahu info beasiswa MEXT rekomendasi universitas nagoya, saya juga mohon infonya. karena bulan ini saya rencananya mau mendaftar ke sana. terima kasih sebelumnya semoga anda dapat membantu saya setelah sekian lama saya mencari orang yang memiliki pengalaman mendapatkan beasiswa MEXT tapi tidak ada satupun yang menjawab, mungkin saya sedang tidak beruntung
terima kasih
Alow ted…
salam kenal mas teddy.
apa mungkin oarang yang ipk-a paspasan bisa dapetin beasiswa ke lur negeri??? trus kalo ga bisa bahasa jepang n bahasa inggrisnya masih terbat-terbata gmana??? sepertinya tidak mungkin….:( tapi saya salut dengan perjuangan mas teddy:)..sukses Yaw….
Halo Rysa, salam kenal..
kalo menurut saya sih orang yang punya kemauan yang keras dan semangat juang yang tinggi akan melihat berbagai rintangan bukan sebagai halangan tapi sebagai tantangan. so, kalo ip dan bahasa ing. yang pas2an dari awal sudah dilihat sebagai halangan tentu akan membuat kita mundur sebelum mencoba.
oya, satu hal lagi : orang sukses selalu mencari jalan tapi orang gagal selalu mencari alasan.
selamat Merenung…..^_^
assalamualaikum…..
mas,saya mutia mahasiswi STTN-BATAN Yogyakarta
saya mau tanya,mas dlu ke jepangnya tahun brapa???
sebelum k jepangnya, harus bs bahasa jepang g???
penelitiannya di jepang masalah apa???
akhir 2008 kemarin saya pernah ditunjuk oleh kampus bersama 7 orang temen saya untuk training di PLTN di Ibaraki(katanya sich deket tokyo gt…) tapi karena kepastian pembangunan PLTN di Indonesia blm jelas, jadi keberangkatannya di undur g tw sampai kapan…
mohon bantuannya ya mas….
saya pengen banget blajar disana…
Halo Mutia,
Sembari menunggu Mas Ted, yang nulis artikel di atas, membalas jawaban, saya mencoba menjawab saja semampu saya.
Mas Ted ke Jepang sejak September 2007. Setahu saya Mas Ted belum lancar berbahasa Jepang sebelum berangkat, karena sepertinya ga harus. Kalau masalah penelitian, harus Beliau yang langsung menjawab.
klo mas donny sendiri jepang juga????
emang di jepangnya berapa lama mas???
kita harus lu2s kul dlu g klo mw ksana???
saya angkatan 2006,
insyaallah lu2snya thun 2010,
hehehhe……
Saya di Korea Selatan sekarang. Kalau Mas Ted sih programnya integrated S2 dan S3, sekitar 5 tahun selesai. Tentunya sebelum ke sana harus menyelesaikan S1 dulu, kemudian mencari beasiswa sesuai dengan urutan yang ditulis di atas. Mudah-mudahan kamu punya kesempatan ke Jepang untuk studi berikutnya.
Untuk Dik Mutia,
Kalo menurut pendapat saya lebih baik adik belajar bahasa Jepang dulu sebelum ke Prefektur Ibaraki. Karena PLTN letaknya selalu jauh dari pemukiman penduduk dan berada di pedesaan. Jadi mau nggak mau adik harus ngomong pake bahasa Jepang. Syukur2 kalo agen yang memberangkatkan adik bisa ngasih pelajaran bahasa Jepang gratis sebelum keberangkatan. Prefektur Ibaraki memang dekat dengan kota Tokyo, tetapi kalau dibilang dekat ya nggak juga sih. Saya saat ini sedang internship di JAEA di desa Tokai-mura, prefektur Ibaraki dan setiap akhir pekan biasanya saya selalu balik ke Tokyo dengan kereta, sekitar 3,5 jam naik kereta. Lumayan capek lah, hehehe. Kayak Bandung-Jakarta lah gampangannya. Penelitian saya selama S1 adalah studi neutronik teras reaktor HTGR, sedangkan tema penelitian doktoral saya saat ini adalah tentang termalhidrolik dengan spesifikasi kavitasi di air dan natrium cair. Mudah-mudahan sukses dengan program magangnya di PLTN.
enak ya mas tedy udah di jepang…
dokumen yang di butuhin buat dapat beasiswa tu apa aj mas???
Toefl nya minimal brapa mas???
dulu tes dr univ di jepangnya susah g mas???
magangnya jadi klo PLTN di Indonesia juga jadi di bangun…
tapi kapan??
masih lama banget dh kayaknya.
hiks2….
Assalmualaikum mas teddy mau tanya:
1.keseluruhan penerima beasiswa monbukagakusho per tahun (Baik yang G to G dan U to U)?
2.Pembagian seperti:
Mahasiswa research student dapat jatah berapa orang?
Mahasiswa S1?
Sebelumnya terima kasih banyak
Wasslmualaikum