Profile: Rusbani Kurniawan
Rusbani Kurniawan,
, sering dipanggil Rus jika di kampus dan Bani jika di rumah, lahir di Wonosari pada tanggal 3 Juni. Sebagai satu-satunya Nukers 2002 asal Yogyakarta, rumah Rus sering menjadi tempat kumpul nukers 2002 di kala bosan dan penat. Salah satu kegiatan itu adalah “Tour de Wonosari” selama 2 hari dengan kegiatan seperti menghabiskan malam berbincang di bawah langit berbintang dan tentunya bermain-main di pantai yang tersebar di Gunung Kidul. Bahkan “Tour de Wonosari jilid II” hampir dilaksanakan, namun dibatalkan karena gempa bumi di Jogjakarta tahun 2006.
Rus adalah pemain catur di bawah PERCASI DIY. Berbagai prestasi di kejuaraan olahraga catur telah diraih selama Rus di usia sekolah. (Untuk informasi peringkat catur, bisa dikonfirmasi langsung ke yang bersangkutan). Selain catur, Rus adalah jagoan matematika di sekolahnya dengan beberapa kali mewakili sekolah di perlombaan-perlombaan.
Secara teknis ga ada yang salah dengan pria katrosentrik ini kecuali gaya kuliahnya yang angin-anginan alias suka bolos, ‘keadaan’ begitu ketika kami konfirmasi alasannya. Pernah digosipkan mendambakan rekan seangkatan dengan melancarkan jurus klasik, yaitu dengan cara meminjam buku si doi lalu menulis pesan cinta di dalamnya, meskipun sampai sekarang hal itu tidak pernah terbukti, gosip tinggallah gosip, mungkin dia hanya dimanfaatkan oleh oknum intelektual.
Setelah lulus dari Teknik Nuklir, Rusbani diterima kerja di PT. Indosopha, perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan peralatan kedokteran nuklir. Tetapi perjalanan karir Rus saat ini dimantapkan dengan diterima sebagai Staf Jaminan Mutu, Pusat Standardisasi dan Jaminan Mutu Nuklir – BATAN.

ass wr wb
alo rus..
wah ternyata kamu ada affair sama W * ya…
ekekeke
dah tau ding..
piye na BATAN??
sabar-sabarne wae yo rus…. ada saatnya kamu nanti akan benar2 menemukan belahan hatimu yang sejati. cewek BATAN akeh sing ayu to?
ga pa2 rus!!!
masih ada aq koq yg juga jomblo
kekeke…
Pindah neng batan to rus????
kadang kala aku berfikir buat apa kita pacaran??
berat di ongkos..
capek di badan..
nyita waktu
dll
so jomblo adlah yang terbaik
(jawabane wong stress ra payu payu .. he8)
ps, buat meneer:
kok komennya kayanya under istimet gitu sih pak?? .. He3
bani gitu lohh pak
eits, jangan salah tangkap dulu ban. aku nggak under estimet kamu, melainkan batan. kayaknya batan terlalu sempit utk kamu… kenapa nggak tetap di indosopha?
klo g under istimit kok tanda tanyanya banyak gitu (lihat comment 4)
ini pilihan hidup pak, apapun konsekwensi dan toleransinya ..
njuk what must I do pak??
don, pak alex diprofilkan dong biar pada tau ada apa di balik sepak terjangnya di JTF yang nggegirisi itu .. termasuk pengalaman pribadinya waktu sekos sama kamu (ups, pak alex skrng pasti lagi kringet dingin) ha33333333333333333333333333333333333
Mbok kamu seng mengerjakan profile Meneer Rus, supaya kamu juga tidak diunder estimate lagi. Piye??
Hallo semua…
Buat meneer Alex, Apa kabar? I miss you….
Buat Rus selamat uda diterima di Batan.
Kalo yuni seh tidak under estimate Departemen Batan, tapi lebih ke orang2nya.
Yuni sakit hati banget, waktu tes Batan kemaren.
1. Dari segi panitia, ga ada kesiapanya. seperti ga ada briefing pendahuluan di panitianya. Jadi waktu daftar ulang, panitia masih harus tanya panitia di sebelahnya yang jaraknya ada 1-2 meter. It’s big event….
Penyelenggaraan tes juga molor dari waktu yang ditentukan, dengan alasan menunggu peserta tes yang lain atau absensi selesai. (absensi uda selesai, semua peserta tes udah datang. Kalopun ga datang, berarti mereka mengundurkan diri. Ato ada konfirm keterlambatan ke panitia. Tapi sampai tes selesai ga ada tuh peserta tes yang datang di tengah-tengah tes)
2. Dari segi tempat, yah lumayanlah. Tapi alokasi tempatnya dan perkiraan jarak antar peserta tes yang tidak diperhitungkan, jadi ga nyaman. Petugas presensi juga asal main pindahin tempat duduk aja karena di presensinya ga ada namanya. (You know, baru ngerjain tesnya disuruh pindah aja. Ganggu konsentrasi banget). Harusnya petugas presensi cross check dulu, dari jurusan apa. Kalo ga ada berarti di daftar presensi lain, ga asal main suruh pindah aja (pengalaman pribadi disuruh pindah). Balik ke point 1 diatas.
3. Dari segi Human Resource untuk rekruitment. Kenapa harus tes kesehatan dulu sebelum ada pengumuman diterima? Bukankah dimana-mana tes kesehatan itu terakhir setelah semua proses rekruitment selesai. Dengan maksud agar efisiensi biaya dan waktu untuk rekruiter dan juga peserta tes. Trus peserta harus tes kesehatan dengan biaya sendiri….
Memang tidak ada yang sempurna dalam suatu organisasi. Tapi apabila suatu kegiatan pernah dilaksanakan dan berulang untuk tahun berikutnya, Pastinya akan ada Improvement untuk ke depannya.
Sekian. Apabila ada yang tidak setuju dengan comment ini, silahkan comment balik.
Halo Yun…. bgm kabarnya…
Wah, Yuni memberi kritik pedas.. he..he.. Ayo Bani, segera dibenahi…
gimana kabar meneer? kok gak pernah online?
iya rus, kamu harus buktikan kamu bukan orang yang bisa dipandang remeh. semangat rus….
masalah jodoh sudah ada yang atur. lebih baik segera nikah kalau sudah ada calon cuz kamu gak keluarin duit tuk anak orang lain.
Siap yun doakan aku cepat jadi Deputi BATAN
rus, kalo ak mau bikin batan swasta aja….