Home > Nuklir Dalam Kampus > Sejarah Teknik Nuklir UGM

Sejarah Teknik Nuklir UGM

Jurusan Teknik Nuklir UGM berdiri pada tanggal 29 Agustus 1977 sebagai bagian dari kerjasama Badan Tenaga Atom Nasional (sekarang Badan Tenaga Nuklir Nasional) BATAN dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang terjalin sejak Kerja Sama Induk pada tanggal 5 November 1974 yang kemudian diperpanjang pada tanggal 22 Februari 1978. Kerja sama ini dicatat dalam beberapa Naskah Pengaturan Kerjasama antara Fakultas Teknik UGM dengan Pusat Penelitian Bahan Murni dan Instrumentasi (PPBMI) BATAN Yogyakarta dan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (pusdiklat) BATAN di Jakarta.

Dua tokoh penting yang menjadi kunci berdirinya Jurusan Teknik Nuklir adalah Ir. Soetojo Tjokrodihardjo, Dekan Fakultas Teknik UGM saat itu dan Prof. Ahmad Baiquni, M.Sc.,Ph.D, Dirjen BATAN saat itu. Jurusan Teknik Nuklir UGM diharapkan mampu menjadi lumbung sumber daya manusia Indonesia di dalam pengembangan Teknologi Nuklir, terutama menyokong pendirian PLTN pertama di Indonesia.

Pada awal berdirinya Jurusan Teknik Nuklir UGM menyelenggarakan pendidikan hanya pada tingkat sarjana selama empat semester dengan memberikan kesempatan kepada mahasiswa baru yang mempunyai ijazah Sarjana Muda Teknik Kimia, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Fisika dan Kimia, di samping mahasiswa tugas belajar dari beberapa instansi.

Bersama dengan Jurusan Teknik Kimia, Teknik Geodesi dan KPTU Fakultas Teknik UGM, Jurusan Teknik Nuklir bertempat di Sekip, gedung yang digunakan untuk diploma Teknik Mesin dan Elektro saat ini. Baru pada akhir tahun 1992, Jurusan Teknik Nuklir bergabung di Grafika.

Pendidikan Teknik Nuklir program Strata-1 (S-1) resmi diselenggarakan mulai tahun akademik 1981/1982 dan program lama ditutup pada semester ganjil tahun akademik 1984/1985. Jurusan Teknik Nuklir menambah sebuah program studi lagi yaitu Fisika Teknik sejak tahun ajaran 1998/1999. Pada tanggal 25 Juni 2001, Jurusan Teknik Nuklir berganti nama menjadi Jurusan Teknik Fisika dan mempunyai dua buah program studi yaitu Program Studi Teknik Nuklir dan Fisika Teknik.

Berdasarkan SK Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi No. 023/BAN-PT/Ak-XI/S1/IX/2008, Program Studi Teknik Nuklir mendapat peringkat A berlaku sampai dengan 19-9-2013.

  1. December 24, 2007 at 11:15 am | #1

    Ayo Don, lanjutkan tulisannya…

    Dulu pengen banget masuk Teknik Nuklir UGM..

    Salam buat teman teman Nuklir UGM 2002..

    Sukses selalu

    CH
    http://nuklir.wordpress.com/

  2. ekkysabdina
    December 27, 2008 at 8:40 am | #2

    Mau tanya.Kalo maw masuk teknik nukLir emang harus nikah dulu?
    Pengen niH.Ehm, kalo masuk teknik nukLir ntar pR0sPek kerjanya dmana?

    • Ferry
      May 20, 2009 at 4:25 am | #3

      Ni anak pengen nikahnya ato pengen teknik nuklirnya
      ambigu ne,,,,,,,,,,,,,hehehehehe
      peace

  3. wulan
    January 4, 2009 at 10:44 am | #4

    buat ekky:
    ga ada aturan bahwa kita harus nikah dulu kl masuk nuklir, atau setelah semester berapa atau pun setelahnya..masalah nikah kan urusan pribadi masing2 :D bukan urusan jurusan, jadi kl pribadi mau nikah sebelum masuk jurusan, atau pas masih kuliah atau ga sama sekali sih terserah kita hehehe..ga ada aturan kok
    prospek kerja? kl mau jujur, sebenarnya terlihat sedikit, yg jelas adalah batan dan bapeten, tp sebenarnya tidak terbatas di situ saja, banyak diantara alumni yang bekerja tidak dibidang nuklir, karena yang dipelajari bukan hanya tentang nuklir, ada juga teknik keselamatan, kehandalan, proteksi radiasi, elektronik (tidak terbatas pada peralatan elektronik nuklir), proses (industri/kimia) serta programing dsb.. contoh: ada yang bekerja di bagian keselamatan suatu pabrik di kalimantan, ada yg bekerja bagian software/elektronik di salahsatu perusahan permainan ketangkasan, ada yang bekerja di rumah sakit (bagian radiografi) ada juga yang di pertambangan (pertambangan sekarang make radioaktif lo dalam proses deteksinya :D ) dan masih banyak lagi deh..
    o ya..dosen dan peneliti juga bisa kok :D
    terserah kita mau ngembangin diri kita di bidang yang mana..sukses ya………….

  4. akmal
    January 14, 2009 at 1:47 pm | #5

    Ass….
    k’ saya sih dari dulu tertarik membahas apabila disebut-sebut istilah “nuklir”, dan rencana mau tembak nuklir di UGM, insya Allah. Tapi jika saya tanya, antara tehnik nuklir dan farmasi, yang lebih bagus mana ???terus prospek kerjanya jika dibandingkan di saat sekarang gimana ??
    mohon penjelasan

  5. peduli indonesia
    January 17, 2009 at 3:17 am | #6

    k’ program nuklir di Indonesia buat bikin tenaga nuklir atau buat tenaga listriknya ???
    bukannya dari dulu jika negara indonesia mau maju pasti selalu di tekan oleh Amerika ???
    dan mengapa negara indonesia yang “katanya” kaya dengan uranium tetapi tidak pernah membuat senjata nuklir untuk menjaga pertahanan negara eperti IRAN ????
    mohon jawabannya donggg….

  6. wulan
    February 6, 2009 at 9:32 am | #7

    tuk akmal:
    tentang bagusan yang mana, kupikir kita ga bisa membandingkannya ya, krn itu 2 bidang studi yang berbeda. semua ada kelebihan dan kekurangannya sendiri2.
    prospek kerja, kl mau kerja yg sesuai dengan kuliah, sudah jelas farmasi akan bekerja ke bidang obat2an. Tp kalo nuklir, kita masih bisa bekerja di bidang selain nuklir, krn kita juga mempelajari hal lain selain nuklir, seperti proses kimia, teknik keselamatan (untuk industri), instrumen (banyak yg jago bikin instrumen listrik lo), pertambangan (pertambangan sekarang banyak menggunakan sumber radiasi untuk proses deteksi) dll. jadi bisa dibilang pilihan kerjanya untuk teknik nuklir lebih banyak, tp memang cukup jarang ada lowongannya :D

    Untuk peduli indonesia:
    tenaga nuklir ini maksudnya semacam senjata nuklir (bom atom) gitu ya? atau tenaga nuklir buat melakukan iradiasi tanaman atau makanan agar jadi bibit unggul atau pengawetan ya? sori ga jelas
    yang jelas, Indonesia sejak awal tidak pernah berpikir untuk membuat bom atom, karena itu tidak sejalan dengan prinsip Indonesia yang ingin ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. jadi tidak pernah berpikir membuat bom atom yg merupakan pemusnah massal.
    Jadi yang diteliti adalah bagaimana kita bisa memanfaatkan radiasi atau energi yang tercipta dari proses nuklir tersebut. Radiasi bisa digunakan untuk mengobati penyakit, membuat bibit unggul, pengawetan makanan dll. Sedangkan energi yang diciptakan bisa kita gunakan untuk diubah menjadi energi listrik.
    tentang ditekan oleh amerika, itu urusan negara bung. bukan urusan pendidikan. Dan kita tidak selalu ditekan kok, buktinya dengan nuklir, Indonesia masih bisa bikin berbagai macam varietas unggul padi dan tanaman lainnya. Kita masih boleh bikin tiga buah reaktor penelitian (1 di serpong, 1 di bandung dan 1 di jogja).
    untuk yg terakhir, kaya akan cadangan uranium tidak berarti harus membuat senjata nuklir. contoh, australia, pengekspor uranium, tidak memiliki senjata nuklir. Niger di afrika juga demikian. Indonesia tidak pernah bikin menurutku karena 2 hal: 1. belum punya teknologinya, 2. karena memang sampe sekarang belum pernah berpikir untuk membuatnya.
    dah panjang banget nih jawabannya, semoga memuaskan

  7. fahmifi
    February 14, 2009 at 12:29 am | #8

    salam ..
    bisa minta dijelaskan terkait fokus jurusan g ?

    saya tertarik dengan nuklir.
    saya dari fisika itb, KK fisika nuklir.
    disini dipelajari desain reaktor pada PLTN.
    kalau disana gimana ?

    semoga kita bisa berbagi.

  8. wulan
    February 15, 2009 at 4:19 am | #9

    tuk fahmifi,
    salam..
    hmm, karena kebetulan ini situs milik salahsatu angkatan alumni, kita ga begitu ngerti bagaimana fokus jurusan sekarang.
    Tp kalo dulu, masa kami kuliah. Bisa dibilang ada 3 konsentrasi:
    1. proses = cenderung mempelajari proses kimia dan atau fisika yang berhubungan dengan nuklir, baik itu persiapan, pembuatan bahan nuklir, ataupun pengolahan kimia/fisika limbah nuklir. dll
    2. instrumentasi = cenderung mempelajari penggunaan dan pembuatan instrumen2 yang bisa digunakan dalam sebuah proses nuklir.
    3. reaktor = cenderung mempelajari desain reaktor baik secara neutronik maupun hidrolik
    Kalau melihat 3 hal di atas, mungkin yang kemiripan antara kita ada di poin ke 3.
    Kebetulan kami kenal beberapa alumni fisika ITB bimbingan Pak Zaki, seperti Deby, Syailendra dan beberapa lagi yang mohon maaf sudah kami lupakan namanya :D Kami juga pernah kunjungan ke laboratorium milik Pak Zaki kok tahun 2006 kalo ga salah.
    Salam buat teman2 Fisika ITB, khususnya di bagian Fisika Nuklir.

  9. Beben
    March 6, 2009 at 8:21 am | #10

    Mau nanya. Sy trtarik am T. Nuklir. Tp dgr dr orang2 ktny lulusannya susah dapet kerja ya? Jadi ragu nih.

  10. ego
    March 7, 2009 at 8:02 am | #11

    prospek kerja dari tehnik nuklir ugm tu gmna ya,ntk bisa kerja di mana aja n kira2 gajinya besar gak

  11. dian
    March 21, 2009 at 1:42 pm | #12

    mau nanya donk,,
    ktanya daya tampung bwt mahasiswa baru di teknik nuklir sedikit y???

    klo cwe mau masuk teknik nuklir gpp kan??

    soal nya aq tertarik bgt sama nuklir,,

  12. firman
    March 27, 2009 at 2:55 am | #13

    kk saya mau nanya donk klo mau masuk teknik nuklir kita nanti bljarnya apa aja????and saya sering di takut-takutin klo anak2 jurusan teknik nuklir biasanya mandul coz katanya nanti behubungan dengan zat radioaktif…..
    gmn tuh kk????

  13. March 31, 2009 at 1:23 pm | #14

    helo2.. ikutan nimbrung ah.. :D

    @wulan
    wah iya bener, sy masih inget waktu itu thn 2006 ada “sidak” dr kluarga nuklir UGM, waktu itu sy ketemu ma pak Andang n Donny (ama Donny ketemu jg di BATAN serpong, n ama pak Andang di BATAN bandung, n ma Fili n Taufik jg), kayaknya saling kunjung ky gt harus dipersering neh.. *biar jln2 gratess maksudnyamah*

    wah2.. ko blm2 ud pd hawatir ttg kerjaan yah.. pdhal klo dipikir ga ada jg jurusan yg ngasih garansi lulusannya gampang dpt kerjaan.. hehe.. piss ah.. =D

  14. fernadi
    April 1, 2009 at 6:17 am | #15

    @ego, masalah gaji sih, tergantung kerja di perusahaan apa, di daerah mana, dan posisinya apa ;)
    @ dian, klo masalah daya tampung sih, mungkin lebih tepat apabila kita tanyakan pada P alex :)
    klo masalah cwe ato cwe, kynya ngga ada perbedaan deh gender deh, buktinya bnyk koq cwe yg masuk TN (meskipun d angkatan 02 cuma 3, tp diangkatan berikutnya terus bertambah)
    @firman, mandul? ah itu sih cuma isu, nakut2in doank, coz slama belajar kita cuma terlibat dengan source aktivitas rendah, ada juga sih dgn reaktor, tp insya4JJI safe koq, asal jangan nyemplung aja di kolam reaktor :P

  15. aizenn
    April 3, 2009 at 9:37 am | #16

    emmm…

    klo di indonesiaa…
    teknik nuklir kyaknya kurang bgitu diprhatikan

    jdi mo msuk teknik nuklir ugm kyaknya binggung bangt neee!!!!

    minta saran dong!!!

    arigatou gozaimasu

  16. beserker
    April 18, 2009 at 4:34 pm | #17

    bos , da masalah ttg kejiwaan mahasiswanya sendiri p ga?
    yah , secara nuklir :bisa dimasukin ke fisika (teknik) , so pasti yang namanya :komputer(pemrogaman) , elektronik , dan pokoknya berbau Elektro dah , kan jg dimasukkin .Blom lagi fisika ny , mekanika kuantum , mekanika fluida , bbbeeeehh ,,,mantabbbb bgt deh .
    Pa ga stress tuh , diCekokin yang kaya gtu mulu???
    Mas nya , sndiri strees ga????
    plis , jawab dengan jujur dan jantan .Thk

  17. April 26, 2009 at 1:55 pm | #18

    komputer(pemrogaman) , elektronik , dan pokoknya berbau Elektro dah , kan jg dimasukkin .Blom lagi fisika ny , mekanika kuantum , mekanika fluida , bbbeeeehh ,,,mantabbbb bgt deh .
    Pa ga stress tuh , diCekokin yang kaya gtu mulu???
    Mas nya , sndiri strees ga????
    plis , jawab dengan jujur dan jantan .Thk

    Memang di teknik nuklir kita pelajari mata pelajaran dasar fakultas teknik seperti mekanika fluida, fisika atom dan inti, elektronika, ilmu bahan, dan lain-lain deh, namun yang dipelajarin kan tidak detail banget, hanya yang dirasa diperlukan oleh seorang nuclear engineer saja. Lagian di dalam nuclear engineering juga masih terbagi dalam beberapa konsentrasi ilmu supaya bisa belajar lebih mendetail di ilmu tertentu.
    Kalau ditanya kejiwaan saya, ya saya masih waras. Saya belum pernah dengar alumni ataupun mahasiswa teknik nuklir masuk RSJ dikarenakan belajar di teknik nuklir.

  18. kautahusiapa
    April 27, 2009 at 12:12 am | #19

    @aizenn
    kenapa bingung?mari masuk Teknik nuklir untuk melestarikan ilmu pengetahuan…:)
    bingung tentang kerjaan setelah lulus ya??
    alhamdulillah pengalaman temen2 angk 2002 dah pada berkarya semua (kerja maupun lanjut kuliah s2)

    @beserker
    kita2 masih waras kok…kalo kita mau belajar insyaAllah otak kita mau jalan kok…
    ya walopun clockspeed nya beda2…

    hahhahaha

  19. Adit
    April 27, 2009 at 1:52 pm | #20

    pesan dan kesan anda sebagai mahasiswa teknik nuklir apa?
    saya berpikiran untuk mengambil jurusan teknik nuklir ugm.

    • April 27, 2009 at 2:15 pm | #21

      Nuklir memang luar biasa.

  20. Chuz
    April 29, 2009 at 10:09 pm | #22

    Mas, sy diterima di teknik nuklir ugm taun ini nih. Tp ko jd ragu2 ya, gr2 msalah ktanya susah kerja dan klo kuliah di TN ntar praktikumnya ada yg bisa bkin mandul. Tolong pnjelasannya dong. .

    • April 30, 2009 at 1:05 am | #23

      Saya ingin membantu memberi saran untuk kamu.

      Tidak benar ada praktikum di TN yang bisa membuat mandul. Itu tidak benar sama sekali. Bayangkan saja, Universitas seperti UGM kok bisa-bisanya melakukan seperti itu. Jika memang terjadi, pastilah sejak awal TN sudah diperkarakan di penggadilan oleh alumni nya.

      Jika niatan kamu awalnya untuk mempelajari teknologi nuklir, maka saya sarankan ambillah kesempatan itu, toh kamu sudah keterima. Masalah nanti mau bekerja di mana, itu bukan prioritas, yang terpenting ketertarikan kita terhadap apa yang sedang dipelajari.

      Selama ini, alumni teknik nuklir memang tidak semua berkecimpung di bidang nuklir, tetapi tetap berkarya dengan jalan dan cara masing-masing. Jika ingin berusaha, pasti ada kerjaan yang baik nantinya.

  21. anthonovsky
    May 3, 2009 at 9:34 am | #24

    Askum.Kak mau tanya,sya kn dtrima di sttn jurusn elektromekanika,tinggal daftar ulang n teskes.Lha biaya pendidikan di sttn dibanding TN UGM mahal mana?Trus kayaknya STTN sama TN UGM bagus mana?Syarat masuk TN melalui snmptn bisa ga?Thx

    • May 4, 2009 at 1:29 am | #25

      Halo Anthonovsky,
      Saya benar-benar tidak bisa membandingkan antara STTN dan Teknik Nuklir UGM. Mungkin ada teman yang bisa bantu?

    • kautahusiapa
      May 26, 2009 at 1:57 pm | #26

      waalaikumsalam….
      untuk biaya antara STTN ma TN UGM saya kurang tau…coz biaya pendidikan sepertinya tiap tahun mengalami kenaikan.
      kalo bagusan mana..ya..UGM sudah punya nama..tapi STTN punya fokus..lulusan STTN berkesempatan langsung punya sertifikat Petugas Proteksi Radiasi (PPR) dari batan yang bisa dipakai buat nyari2 kerja di industri..sedangkan TN UGM hanya titel Sarjana Teknik…
      snmptn apaan ya?

  22. Fidel C
    August 3, 2009 at 10:11 am | #27

    salam..kak?
    sy mo nnya,pa praktek diTN itubanyak n mahal2??

    • August 6, 2009 at 9:15 am | #28

      Halo Fidel,

      Praktek yang dimaksud apa ya? Jika yang dimaksud itu praktikum atau eksperimen atau ngelab, berdasarkan pengalaman di TN UGM, saya belum pernah keluar duit untuk praktikum.

      Sesuai kurikulum, ada beberapa praktikum yang berhubungan dengan teknologi nuklir misalkan Praktikum Deteksi dan Pengukuran Radiasi, Praktikum Elektronika Nuklir dan Praktikum Fisika Nuklir. Karena memang bagian dari kurikulum, jadi Anda tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk mengikutinya kecuali Anda sudah mengikuti sekali tetapi gagal dan hendak mengulang.

      Demikian penjelasan singkat saya.

  23. pandu
    August 6, 2009 at 6:55 am | #29

    saya mautanya dosen teknik nuklir yang biasa jd pembicara siapa ya….

    saya mau mengundang beliau untuk jd pembicara dlm acara mipa exspo….

    klo tau minta CPnya ya…..

    • August 6, 2009 at 9:12 am | #30

      Halo Pandu,

      Boleh saya tahu pembicara nya akan berbicara tentang apa? Mungkin saya bisa memberi saran. Tetapi baiknya Anda langsung menghubungi ke Jurusan Teknik Fisika UGM karena blog ini hanyalah blog alumni.

  24. Meneer
    August 8, 2009 at 12:45 am | #31

    Lama gak mengunjungi blog TN2002.. Kayaknya asyik baca komen-komen yang ada… Tops banget dah alumni nuklir.. jawabannya mantap, informatif, tidak mengecawakan… bagi yang ingin masuk nuklir, jangan kuatir mandul dan sebagainya. buktinya dosen-dosen nuklir anaknya banyak-banyak. Daftar aja ke nuklir, kuliahnya asyik, dosennya cool (kayak saya..hehe… narsis mode ON). Tahun ini nuklir dapat mahasiswa baru 51 (mungkin lebih karena data dari snmptn belum masuk ke jurusan..).

    • August 8, 2009 at 2:51 am | #32

      Keren Pak, 51 lebih.

  25. nukers-07
    August 25, 2009 at 2:10 am | #33

    hai slm kenal mas2 mbak2 adek2 n sodara2…
    mo crita pnglaman aj neh:

    awal masuk TN 2007 kupikir ne jurusan lebih fokus ke T.Kimia secara ku demen bgt ma kimia n HATE FULL FISIKA…eh gak taunya Fisika bgt (kurang informasi sih)
    soooo….awal adaptasi tuk berubah haluan berat bgt mulai ngalami fluktuasi IP (index prestasi) ampe stress pngen cabut dari T.Nuklir…

    namun dah 2 taon ku belajar disini, ku mulai nyaman dengan nuklir, mengapa?
    karena nuklir aplikasinya gak sebatas pada PLTN (di Indonesia baru akan dibangun taon 2016…) namun juga pada industri (proses, uji Non Destructive Test, Deteksi Radiasi, Proteksi radiasi, dll), kesehatan (radiologi, X-ray), pertanian & pangan (iradiasi) pokoknya banyak deh….

    isu tentang mandul tu 100% hoax ato bullshit. nyatanya dosen2 yang bertahun2 berkutat pada nuklir punya anak tuh. pernah juga kunjungan ke BATAN Serpong n Jogja, faktanya para pekerja disana pada punya anak juga.

    fakta ttg radiasi bikin mandul bahkan bisa nimbulin kanker n kematian emank bener KALAU dosis radiasi yang kita terima (radiasi pengion ato radiasi elektromagnetik energi tinggi) melebihi dosis toleransi yg ditetapkan ICRP (International Commission on Radiological Protection).

    soooo…bwt tmen2 yg pengen masuk T.Nuklir gak usah takut mandul sebab praktikum yg melibatkan radiasi nuklir tsb jauh di bawah ambang dosis toleransi ICRP lagipula tiap kita akan praktikum harus memenuhi standart keamanan yg pke jas lab lah dsb.

    waah jd pnjang lebar nih….pdhl msh pngen nulis hohoo

    sekedar kasih alternatif, klo tmen2 pada gak nyaman ama T.Nuklir bisa kog ntar smester 5 ambil matakuliah tmen2 Fisika Teknik.
    Lulus sbg mhsiswa T.Nuklir tapi ilmu miliki T.Nuklir n Fistek.

    NB: mohon maaf jika ada tulisan yg salah ato kurang berkenan.
    salam bwt alumni NUKERS, jaya selalu n jgn lupakan asalmu

  26. August 26, 2009 at 2:19 pm | #34

    nama aku aples lulusan AKABRI.aku pebnasaran gimana sih cara nya membuat nuklir..soal nya sumpa keren abis..cita2 aku ingin bgt jadi ahli nuklir sedunia….moga aja terkabul yach…amin…

    • August 27, 2009 at 1:46 am | #35

      Halo Mas Aplez,
      Teknologi nuklir yang dimaksud Mas bagaimana ya? Kalau di Teknik Nuklir UGM, kita hanya belajar aplikasi nuklir untuk tujuan damai, misalnya di PLTN, pengolahan limbah radioaktif, Uji Tak Merusak, dan lain-lain; tidak sampai ke bom nuklir.
      Jika Mas tertarik dengan salah satu di atas, nanti bisa saya bantu berikan beberapa artikel untuk dibaca.

  1. No trackbacks yet.