Teman-teman,
Di awal menjadi nukers 2002, tidak ada satupun di antara kita yang benar-benar tahu apa jadinya kita setelah lulus dari Teknik Nuklir. Tidak pernah terpikirkan sebelumnya, apa dan di mana pekerjaan kita. Semua hanya mengikuti arus. Kita hanya berpikir kalau Teknik Nuklir itu adalah suatu bidang ilmu yang unik dan hanya UGM lah yang memiliki jurusan ini, satu-satunya di Indonesia. Saya berharap dulu di awal kuliah dengan memasuki Teknik Nuklir, setidaknya saya mempunyai sedikit saingan di dalam mencari pekerjaan. Namun, kenyataan itu berbeda.
Memasuki tahun-tahun berikutnya, saat pengetahuan tentang ke-nuklir-an bertambah, kita pun sangat semangat sekali membicarakan sebuah idealisme bernama teknologi nuklir. Kita bangga dengan idealisme kita tersebut dan apalagi kalau membicarakan PLTN. Teman-teman mulai menyiapkan masa depan sesuai dengan ketertarikan pada teknologi nuklir seperti ada yang memilih konsentrasi ke teknologi daya nuklir dan teknologi non daya nuklir. Banyak tentunya nukers 2002 yang memilih konsentrasi ke teknologi non daya nuklir karena lapangan pekerjaan di bidang ini masih banyak dijumpai di industri Indonesia seperti Non Destructive Test (NDT) pada pipa2 industri, pendeteksian dan proteksi radiasi, pengolahan limbah2 radioaktif tingkat rendah, dan masih banyak lainnya. Meskipun sedemikian rupanya dipersiapkan, masih ada saja teman-teman yang “terpeleset” dari jalur ini di dalam pekerjaannya. Kenyataan memang berbeda.
Read more…
Recent Comments